Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Reminder
10 Agustus 2014
Nick Fury: [holds a photo of Alexander Pierce] This man declined the Nobel Peace Prize. He said that peace is not an achievement, but a responsibility. It's stuff like this that gives me trust issues. — Samuel L. Jackson as Nick Fury in Captain America : The Winter SoldierNick Fury does have his point.
And I'm here to following orders, Sir. Let's just not trust...
13 April 2014
I'm actually don't know what to write, but it feels like I need to do it. Well, it keeps my sanity stay, though. Other than fandom-ing (is it really a word, lmao), this is things that keep me in one piece, really.
So, Hello!
How's life? Nah, its all fine, just fine. Not a perfectly smooth one neither a total mess, but at least nothing's goes wrong by the time I'm writing this. Except for I'm now in my mid-term week and so friggin many this semester's subjects haunted me into some exhausted point, gotta say. So, merely saying, that I'm actually need to study for this monday test, but I'm too unmotivated to do such a thing—duh. Not to mention that this fourth semester's materials is a total pain in the ass, it wore my brains out dude. God, I hate law schools...
Anyway, I'm now officially a part of journalism organization in my university level, I've been accepted in the R&D department. Its actually have been long way and long story before I get officially inaugurated. Many tasks need to be handled simultaneously with my faculty things. Not really an easy one, tho. (especially for me, the one who never did many things too handle at the same time and socially retarded). But, hey, at least I'm accomplishing something in here.
Fandom things? Hmm, I'm actually kinda inactive this past few weeks. The things that keeping me in touch with my fandom is phone-tumblring and reading some fics, its all happened again after I've done my tasks, which is merely this past few days (and its friggin corrupted by this on-going mid-term week, ugh). I've been craving for continuing watching Star Trek TOS, Almost Human, or Agent's of S.H.I.E.L.D, but I don't really got a time TT_TT but Thank God, I still got a chance to watch Captain America : The Winter Soldier's premier at my local cinema. I think I'm gonna write some review about it later, but, need to say this movie is a TRULY good stuff. Action-packed and very unpredictable plot. Love it!
So basically this post just me being grouchy about things happened recently. But the shits will stop, eventually. And after this mid-term done, I'm going to Bali for such an escape from my very exhausting reality. So excited and looking forward for some sun, beaches, and summer breeze there, hopefully its turn out into a good and relaxing one!
Leonard McCoy said once, a little suffering is good for soul. So be it.
I need to passed all this suffer to achieved the good things, yo.
(((('SCUSE ME, but WHY you need to relate every SINGLE thing with Star Trek or McKirk, self??))))
Sorry, but, I'm not sorry.
Fiiiigght~~ ( ‾▿‾)9
K♥
20 Januari 2014
So, another birthday post appreciation. Well, it's midnight and it's my twentieth birthday, and all I did after all this years was joining another fandom...
...how productive.
Okay, serious part.
So, yes, self-birthday wishes for year ahead. I don't asked many, just be functional. You don't need to be happy, self. Damn it, you don't even need to be okay—just be friggin functional and do whatever you need to do. Just, accomplish something, do the right things, stay healthy and stuff.
And do something interesting if you have any chances. Even its you, but still, you can't please everyone every damn time, please do something for yourself at least once.
*captain kirk and doctor mccoy approves; lol*
Since its my birthday and I love mckirk to death, so I just gonna make them toast for me and hugged each other as my birthday present.
*bgm : Kangen Band - Terbang Bersamaku*
*WHAT???????*
Actually, January 20th is also Dr. Leonard H. McCoy and the late DeForest Kelley birthday, so, yippie! Happy birthday to you too, bby. Love you to the moon and back!!!
DeForest Kelley should be turning 94 if he's still alive by now, it's a pity that I never had a chance to know him before he passed away. From what I know, from what he'd remembered for, he was a very, very gentle gentleman. A humble man and very dearly loved friend.
Happy birthday, Sir! I wish that I would have had the chance to meet you and let you know just how much your role in the Trek world has meant to all of trekkies.
For a great man he is, Rest in Peace. You have been always and shall be dearly missed.
*ugh how much nimoy missed him is killing me, just UGH*
May his memory Life Long and Prosper.
-
-
SO telling me again why I'm turning my birthday appreciation post into something melodramatic about De Kelley? GOD HELP ME, i'm nearly in tears right now because of him ;A;
Gotta out by now, just hoping 2014 will be okay.
xoxo,
Karin.
19 Januari 2014
Awalnya, semua ini akan dia akhiri dengan sesuatu yang eksekusi-nya terasa begitu cantik, seperti :
Boleh aku pinjam lagi hatimu? ━ [sender: ia]
Maaf, sudah ada yang meminjam nya. ━ [sender: dia]
Kenyataannya, dia masih belum bisa mengakhiri sebagaimana mestinya.
Mengakhiri ia bukanlah perkara gampang, apalagi karena ia tidak pernah benar-benar hilang. Karena pada akhirnya ia akan datang dan dia akan selalu menerima ia dengan begitu lapang.
Karena tidak pernah ada penyelesaian, bayangan dari akhir selalu terasa samar.
Namun pertanyaan sebenarnya bukan tentang bagaimana mengakhirinya, melainkan ada pada kontradiksi dari suatu penyelesaian—bagaimana mungkin menyelesaikan sesuatu yang tidak pernah dimulai?
Baik, mungkin ini absurd.
Bicara tentang permulaan, pertemuan ia dan dia berawal pada sepotong malam. Mereka bertemu pada malam begitu gelap, gelap hingga membuat dia tak dapat menemukan jalan pulang, kebingungan meniti langkah menuju rumah. Dia lantas bertemu ia yang datang menawarkan pundak untuk berpegangan, menawarkan arah untuk kembali pulang, menawarkan lentera dan berkata "Ikuti aku saja!". Entah bagaimana ceritanya hingga dia berjalan sesuai perintah ia, memegang pundaknya dan melangkah bersamanya.
Ketika perjalanan malam itu berakhir, dia berterima kasih atas jalan pulang yang ditawarkan, ia tersenyum ringan dan menyatakan bahwa itu sudah seharusnya ia lakukan, lantas keduanya berpisah tanpa satupun beban. Bagaimanapun, dia tidak menyimpan curiga, tidak terbersit apapun terkait pertemuan mereka━apalagi sampai berpikir akan ada pertemuan selanjutnya.
Meski, ya, tentu saja, mereka bertemu untuk kali kedua dan seterusnya.
Tidak pernah ada kejanggalan memang. Semuanya terasa begitu wajar, seperti apa adanya. Pertemuan mereka terjadi tanpa waktu yang pasti, seringkali pada terangnya pemilik hari, namun tidak menutup pula pada kesempatan sepoi nya sore hari, atau bahkan kembali pada gelapnya hari seperti awal mereka pertama kali bertatap muka. Ia dan Dia bertegur sapa, berbicara, berkelakar, semuanya terjadi begitu saja. Tidak ada yang aneh dari pertemuan mereka, tidak ada ekslusivitas di antara keduanya. Kebersamaan mereka tidak dirindukan, tidak pula perlu dielakkan. Semuanya terjadi tanpa satupun perasaan terlintas di antara mereka━dan ia dan dia tidak pernah mempermasalahkan ada atau tidaknya hal itu di antara mereka.
Tetapi seiring berjalannya waktu, “seperti apa adanya” nampaknya sudah tidak ada lagi di dalam pertemuan ia dan dia.
Berawal dari jauhnya interval pertemuan antara ia dan dia, lantas dia—yang memang perasa—kemudian mendapati ia begitu sering berkeliaran sehingga tidak luput dari dia. Kali ini semuanya terjadi dalam dunia tidak ada, dalam dunia yang awalnya tidak terjamah oleh ia dan dia. Jujur saja, pada pertemuan sebelumnya keduanya tidak begitu lazim dengan pertemuan di sana. Karena tiada gunanya, jika dipikir sekian lama. Dunia tidak ada hanya untuk sesuatu yang picisan dan pertemuan ia dan dia bukanlah suatu yang demikian.
Kemudian, semua terasa kian benar adanya. Pertemuan mereka pada akhirnya kian picisan, semua interaksi mereka terasa manis dan menyenangkan. Ia dan dia berbicara tentang keseharian, tentang perjalanan, tentang mencari dan menemukan, tentang terbit dan tenggelam. Tentang hal-hal yang tidak yang perlu untuk dibicarakan, sehingga apa yang perlu dibicarakan tidak pernah terungkapkan.
Kehadiran ia adalah tanda tanya besar bagi dia, namun dia tidak pernah mau langsung menanyakannya. Melontarkan kata tanya bisa jadi adalah cara paling jitu untuk mengetahui maksud keberadaan mereka, namun sekaligus menghilangkan semuanya. Dia, yang pada awalnya tidak pernah menyimpan kecurigaan, kini hanya tidak ingin kehilangan. Maka semua itu urung juga ditanyakan. Lamat-lamat dia menabung rindu, rindu yang menimbulkan candu, candu yang membuat dia tidak dapat lagi bersikap seperti dahulu. Tidak ada yang tidak dipermasalahkan dari kehadiran ia, tidak ada satupun yang biasa dari ia bagi dia, tidak ada. Pertemuan ia dan dia bukan lagi seperti apa adanya, bukan lagi seperti seharusnya.
Sampai akhirnya tidak ada pertemuan lagi di antara mereka.
Setelah jauh menyelam pada kubangan malam dan pagi, pertemuan ia dan dia hilang sama sekali. Tidak di dunia ada, tidak di dunia tiada, bahkan tidak dunia antara. Dia lantas berusaha untuk menghilangkan kemungkinan pertemuan antara mereka. Meniadakan debar dalam dadanya, mengubur dalam-dalam pertanyaan yang tersimpan dalam pikirannya, lantas kemudian memecahkan celengan rindu yang kini isinya berupa udara malam hari tempat mereka bertemu pertama kali. Celengan berisi dingin dan sepi. Semuanya dilakukannya karena hatinya sudah tidak berbentuk lagi, sudah kehilangan rasa yang tadinya dimunculkan lantas ditinggalkan.
Dia sudah selesai dengan semuanya, bahkan ketika ia mengadakan pertemuan lagi, dia hampir berhasil mengakhirinya dengan kalimat yang tertulis di awal cerita.
Jika saja ia tidak kembali dengan “mencari”
Maaf, aku benar-benar tidak bisa meminjamkannya. (delete-delete-delete)
Sekalipun dia tahu bahwa untuk mengakhiri mereka adalah dengan tidak mengulang. Sekalipun dia tahu bahwa pengulangan akan menyisakan penyesalan karena semuanya akan kembali menghilang.
Seandainya dia begitu tabah dalam kehilangan.
Dia sudah selesai dengan semuanya, bahkan ketika ia mengadakan pertemuan lagi, dia hampir berhasil mengakhirinya dengan kalimat yang tertulis di awal cerita.
Jika saja ia tidak kembali dengan “mencari”
Ini penting sekali. Tidak ada yang bisa selain kamu. - [sender: ia]dan Ia selalu tahu, bahwa dia adalah sebuah tempat di mana ia dapat selalu “menemukan”
Baiklah, kamu bisa menemuiku malam ini. - [sender: dia]Oleh karenanya, pertemuan ia dan dia kembali terulang.
Sekalipun dia tahu bahwa untuk mengakhiri mereka adalah dengan tidak mengulang. Sekalipun dia tahu bahwa pengulangan akan menyisakan penyesalan karena semuanya akan kembali menghilang.
Seandainya dia begitu tabah dalam kehilangan.
19012014 || 23:52
Yogyakarta, delapan menit sebelum dua puluh.
-
-
Jadi, kuputuskan kalo ini bukan relatable XD
Fix cuma sekedar short-fiction yang idenya udah berabad-abad lalu dan aseli gatau muncul keinginan buat nyelesaiin ini malem ini, yah, mungkin sekedar pengingat aja kali ya━this delapan menit sebelum dua puluh thing or idk whatta call it, lol.
Well, anyway, I got a train to catch. See ya!
Hugz,
Karin.
15 Januari 2014
At the end, even with a drifted path or some interval, gravity always pull the earth and sun under one certain constellation.
Kadang, saya ingin berpikir bahwa semestalah yang sengaja menyatukan...
Anggaplah saya mengumpakan kita. Ya, saya dan kamu. Umpamakan kita itu ada, kita itu sedang, kita itu memang. Saya ingin mengumpakan kita sebagai matahari yang selalu pulang pada bumi. Matahari dan bumi selalu kembali. Sekalipun gelapnya malam sudah merajai, sekalipun dinginnya malam tak terelakkan lain. Kita kembali pada pagi.
Kita akan selalu bersama meski berjeda.
Peranmu adalah matahari dan peranku bumi. Matahari akan selalu kembali menyinari dan bumi akan selalu menyambutnya dengan pagi. Kita ini konstelasi.
Namun aku terlalu buta akan konsepsi, sampai melupakan kontelasi tidak akan terjadi tanpa gravitasi. Kita tidak terjadi tanpa kenyataan. Kita hanya perumpaaman. Mungkin syaa yang terlalu keras kepala dengan terus menyatakan bahwa kita ini takdir Tuhan.
Semesta tidak pernah menyatukan apa-apa.
-
-
Kayaknya sih ini akibat dipikir sambil kebanyakan nonton Star Trek, DUH. Habisan jadi yang diomongin soal konstelasi, matahari, bumi, lalala yeyeye -__- Hmmm, tapi sih selain itu, ini juga follow up dari beberapa kejadian(?) dan tweets beberapa waktu yang lalu. Intinya, jadi kepingin banget bikin relatable mindset dengan aliran universe deh :3
Well, gotta admit that this is the most unsatisfying relatable i've ever made, pfft.
(ps: image credits, not mine. All from googles)
Till then,
K♥
7 Januari 2014
Betapa tidak akan menguji ketabahan, jika sesuatu yang sudah seolah-olah seperti cinta masih juga tidak memberi jaminan kebahagiaan?―Seno Gumira Ajidarma, dalam Linguae
Pertanyaannya sekarang mungkin sesimpel ketabahan seperti apa yang diharapkan dari cinta? Apakah akhir yang bahagia? Ataukah sekadar menikmati hadirnya, lantas bersyukur atasnya?
Cinta itu sederhana, demikian pula dengan kebahagiaan. Perkara berbahagia itu sederhana, itu kata mereka yang cukup bijak untuk berpikir layaknya filsuf kawakan. Tetapi kenyataannya kehidupan tidak sesederhana apa yang dikira, cinta dan bahagia tidak sesederhana stigma yang tertanam dalam kata.
Bagi saya, cinta dan bahagia itu sakral. Tanpa maksud meniadakan apresiasi terhadapnya, namun kenapa kita harus mengerucutkan sesuatu yang besar maknanya?
Dan, jika saya boleh jujur, tanpa jaminan kebahagiaan itu sekalipun, saya tetap tabah. Ketabahan saya tidak terkait dengan akhir yang bahagia, atau pun menemukan pemikiran cukup puas dengan kehadirannya. Ketabahan saya ini sederhana, sesederhana berharap untuk dapat menghadapi kenyataan dan mencari titik temu antara Saya, Kamu, dan Hal-hal yang belum selesai di antara kita.
-
-
Relatable mindset → Sederhana, Cinta, Bahagia.
HARUSNYA SIH HARUSNYA, ini sekarang ngerjain HKD atau minimal belajar karena masih dalam lingkup UAS, bukan ala-ala bikin relatable-blah-blah gini, pffttt.
Well, have a good fight for those who still have test and happy holiday for those who already passed the final week.
Smooch,
K♥
7 September 2013
매일 그대 때문에 울고 웃던 날
하루 온종일 설레임 뿐이던 날
괜찮아 괜찮아 괜찮아
모두 다 여기 놓고 가면 돼
추억들 흔적들 모두
Kadang, gue suka emosional sendiri kalo lagi dengerin lagunya 2AM.
HUHU, ga deng, gue emang pasti emosional banget tiap denger lagunya 2AM. HIKS (;﹏;)
Palagi kalo lagu yang satu ini, beuh, pikirannya lgsg ke
아직 그대 짐이 많이 남아 있었네요
그닥 미련따윈 없다고 생각했는데
왈칵 눈물나요
어떡하죠 하나하나 쌓여진 추억들
아직 선명한데
Isn't it kinda ridiculous when you found lyrics that described you so damn perfectly? ⤴︎ ε=ε=(ง ˃̶͈̀ᗨ˂̶͈́)۶ ⤴︎
Damn it, 2AM, I'm your fans,
One Spring Day, I thought I would proudly be able to say that I really loved you. I promise.
-
-
The song above is 2AM - One Spring Day.
12 Agustus 2013
Aku merasa tidak akan pernah ada Surakarta yang lama lagi.
Berbulan, bahkan bertahun yang lalu, perjalanan ke Surakarta tidak pernah seperti ini. Surakarta yang kuingat berbeda, meski jalan menuju kotanya tetap sama. Kendaraan yang kugunakan tiada berbeda, bahkan teman seperjalanan ku pun masih sama. Perjalananku pun disambut dengan wajah kota yang kukenal baik sejak lama. Setiap sudut kota bersahaja, jalanan yang ramai namun menyenangkan, pertokoan langganan yang masih setia menjajakan dagangannya. Surakarta tetap kota yang menyajikan beragam kenangan.
Adalah layang pikirku sudah jauh berbeda, jauh ke batas yang tidak pernah kuduga akan berlayar sampai sana. Kota ini lekat denganmu. Sekalipun memang tidak pernah ada dalam memoriku yang berlabel “Surakarta” dengan namamu. Tidak pernah ada kenanganku akanmu yang terjadi di sini, terlebih tak ada satu waktu kita berada di kota ini. Tapi, mau tidak mau, seluruh pikiranku akan melaju untukmu ketika aku menyusuri kembali setiap sudut kota ini. Hingga tidak ada lagi Surakarta yang kukenal dahulu.
-
-
-
Relatable mindset → kota, kenangan, pikiran.
Awalnya cuma asal-asalan aja mikir waktu lagi perjalanan pulang dari Solo ke Yogya. Lalu kemudian tertarik untuk bikin relatable baru dari potongan-potongan kenangan(?) meskipun, kapan sih relatable gue gak dari kenangan? =_= /abaikan /orz
Well anyway, Happy Ied 1434H everyone! Minal Aidzin Walfaizin~ o:"D
(ps: image credit, not mine. All from google images)
(ps: image credit, not mine. All from google images)
xoxo,
Karin
share: facebook | twitter | pinterest
tag:
Holiday,
Life,
Love,
random,
Relatable Mindset,
Short-Fiction,
thoughts
14 Maret 2013
"I was too young back then, Love was hard so I tried to avoid you. It was too much pressure for me and so I was unhappy. So eventually, I made you cry..."
BIGBANG - LOVE DUST
Just drop by to remember what happened 6 years ago. Thinking that karma does exist, like, really. Back to that day, I was so immature, and now I reunited with someone immature. Yeah
love, change, hate, dust...
14 March 2007, I owe much on you. Just pretty pwease, not this song anymore? ;)
4 Februari 2013
I dunno what's happening there, but, HI!
Tons of great wishes for you there, be okay.
I do miss you.............
....well, when I don't?
xoxo,
k
Tons of great wishes for you there, be okay.
k
Gone (Not Around Any Longer)
...I can't breathe.
It's okay, i'm just suffocating to death anyway. LOL I'm perfectly fine with this.
SISTAR 19's newest comeback is epic, everyone! Although Bora's part is too short, but the song, background music, dance, is perfectly perfect! Lol. Please do support their comeback ^^
xoxo,
k
10 Desember 2012
"I wish you were see me inside the window, so I could left without knocking and blame it on you..."
ps : A months, remember?
(pps: image credits, not mine. All from google images)
(pps: image credits, not mine. All from google images)
xoxo,
k
18 November 2012
“I want to go anywhere, get lost, as far as I can... with you...
Then I realize that what we need is a destination; a house.
By the time I realize, that's the time you left me in this empty road, with a thousands keys.
You told me that you will wait for me inside the house, when you never told me which house.
You left right away.
Yes, I try to find the house. But my minds keep bugging...
There's so many locked doors before I could got inside the house.
There's so many keys to match with the doors so it could be unlocked.
And you never help me to find the right key to open the door.
You never help me to get inside the house.”
I'm tired staring at the doors meanwhile what I need is getting inside the house....
But, actually, how to go inside the house when the track of finding the door―the track of finding you―have also disappeared?
Now I don't see the houses, I don't even see at the doors that I've been waiting to be unlocked. It all disappeared. I left alone in the middle of nowhere, blinded by my mind, lost in the empty road that I've choose to wait for someone who will bring me to the right house.
I don't see you anymore; and I feel so lost.
That was so fast, do I already clearly forgotten?
Or am I never existed in your mind?
I don't think you'll ever wanted to be with me.
-
-
Relatable mindset → kunci, pintu, jalan, dan rumah.
Udah lama sebenernya pingin bikin analogi dari kode-kode ini, tapi nggak pernah sempet ;p dan kebetulan hujan minggu ini /halah/ bisa menciptakan kesyahduan sampe bisa menelurkan yang entah apalah ini sajak, roman, atau apa, short-fiction sih jelas bukan, haha.
(ps: image credits, not mine. All from google images)
xoxo,
K
share: facebook | twitter | pinterest
tag:
Life,
Love,
Quote,
random,
Relatable Mindset,
thoughts,
writeabite
2 November 2012
You don't know how this simple things could put on a smile on my face....
#nowplaying Lana del Rey - Video Games
xoxo,
K☻
19 Oktober 2012
Ia dan Dia sama-sama terbaring di sana.
Malam terlalu dingin untuk dilewatkan seorang diri, sehingga kedua tubuh mereka menjadi tunggal dalam pelukan, yang begitu sayang untuk dilepaskan. Mata mereka terpejam, mereka sama-sama diam. Sama-sama berpikir kemudian tenggelam.
Ada nyaman yang tak wajar dalam hati dia, sementara ada gelisah yang terlalu akrab di dalam diri ia.
Sudah terlalu lama mereka begini, tidak terikat tetapi tak pernah terlepas. Tidak membiarkan hati yang bicara, namun suara keduanya begitu nyala dalam berkata-kata. Ia dan Dia sama-sama menanti, tetapi tak pernah sehati.
Sampai suatu hari, tiba saatnya ia melepaskan semua pelukan, sementara dia berusaha untuk tak lagi mencari dekapan.
Ada nyaman yang tak wajar dalam hati dia, sementara ada gelisah yang terlalu akrab di dalam diri ia.
Sudah terlalu lama mereka begini, tidak terikat tetapi tak pernah terlepas. Tidak membiarkan hati yang bicara, namun suara keduanya begitu nyala dalam berkata-kata. Ia dan Dia sama-sama menanti, tetapi tak pernah sehati.
Sampai suatu hari, tiba saatnya ia melepaskan semua pelukan, sementara dia berusaha untuk tak lagi mencari dekapan.
Mereka kedinginan.
━ Yogyakarta, 19.10.2012 / 11:18
-
-
Relatable Mindset ━> Diam, Dingin, Ikatan.
Niatnya bukan ngegalau, tapi bikin mini-fanfic. Kenapa jadinya bikin mini-orific bin setengah curcol gini? Mana bikinnya panas-panas gini pula, apanya yang kedinginan =_=
btw, have a nice weekend, everyone!
(ps: image credits, not mine. All images from google images)
xoxo,
k
16 Oktober 2012
2NE1 - I Love You
Romanized Lyric
[CL] When you feel like there’s no way out
Love is the only way
[Minzy] Geudae nayegeman jarhejwoyo
Hangsang nayegema usojwoyo
[CL] I said ooh~ jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
[Minzy] Ajik nan sarangi duryeowoyo
Ireon naege mideum-eul jwobwayo
[CL] I said ooh jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
[Bom] I love you (I love u) uh uh uhu…
I love you (I love u) uh uh uhu…
[Dara] Haru jongil geudae moseup jakku tteo-olla
Onjongil olliji ahneun jeonhwagiman tto jyeodabwa
[Minzy] Wae ireon nae mameul ajik molla
Nan neoui ma-eumeul ajik jal molla
[Dara] Neoui saengage bamen jamdo mut iruda
Dalbiche geudaereul tteo-ollamyeo nae mam gubaekhaebwa
[CL] Wae ireon nae mameul ajik molla
Nan neoui maeumeul ajik jal molla Look at me now
[Bom] Nae mameul barabwayo
Ireohke aetaneunde
Jigeum nal jabajwoyo
Nutgi jeone eh eheheh
[Dara] I love you (I love u) uh uh uhu…
I love you (I love u) uh uh uhu…
[CL] Mamchuji mayo sarang nurae
Matjin neol wihae bulleojulge Everyday
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
[Minzy] Meomchuji mayo sarangui Dance
I-bameul geudaewa bonaego shipeundae
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
[Bom] Nae mameul barabwayo
Ireokhe aetaneunde
[CL] Jigeum nal jabajwoyo
Nutgi jeone eh eheheh
[Bom] We can’t go wrong,
[Dara] Bring it back
[Bom] Milgo danggijineun malajwoyo
Uri jogeumman soljikhaejweoyo
[Minzy] I said ooh jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
[Dara] Odiseo mu-eol halkke gong-geumhaeyo
Hokshi ireon naega jwichanhnayo?
[CL] I said ooh jiltuhage haji mayo
Ooh jiltuhage haji mayo
[CL] I love you everyday
Don’t get away
Take me away
I love you everyday
In everyway
Neol saranghae
[Minzy] Wae ireon nae mameul ajik molla
Nan neoui maeumeul ajik jal molla
[Bom] I love you everyday
Don’t get away
Take me away
I love you everyday
In everyway
Neol saranghae
[CL] Wae ireon nae mameul ajik molla
Nan neoui maeumeul ajik jal molla
Translation Credits: pop!gasa
Romanizations by: kpoplyrics.net
Langganan:
Postingan (Atom)










































